cse

Loading

Minggu, 26 Juni 2016

Oh Tuhan😔

Tuhan, aku benar-benar jatuh cinta lagi. Padanya. Gezag😍
Padahal sudah 6th bersama meski ada waktu memisahkan dalam jangka waktu yang lama, tapi tiap kali mendengar suaranya aku begitu bahagia😍. Aku tak tau perasaan semacam apa ini, apa aku takkan pernah berhenti untuk mencintainya? Bagaimana dengan dia? Aku rasa dia hanya akan menerima begitu saja. Dia takkan berjuang lebih untukku😔
Tuhan, mohon jaga dia untukku. Mohon jadikan aku pendampingnya, satu untuk selamanya. Namun jika dia memang harus pergi suatu saat nanti, maka jatuh cintakanlah dia dengan orang yang lebih mencintainya daripada aku. Jangan biarkan dia terluka Tuhan.😊
Inilah titik puncak dimana aku begitu mencintainya meski aku harus jatuh bangun untuk menata ulang hidup dan rasa ini. Selama dia bahagia akupun akan berusaha melepasnya.
Berbahagialah, lelakiku😍

Senin, 20 Juni 2016

Sedekat Itukah? *Juniormu

Ah aku sedikit alami cemburu buta saat ini😔. Ada hal yang ingin ku tanyakan tapi masih saja ku rahasiakan dari hati yang tertuju. Ada banyak pertimbangan yang benar-benar harus ku pertimbangkan dalam hal ini. Tak ingin disebut masih memiliki pemikiran yang kekanak-kanakan. Tak mau dikatakan tak mempercayai, karena pada nyatanya bukan tidak mempercayai dia tapi orang yang bersangkutan dengan hal ini. Tak ingin menampakkan kecemburuan tak beralasan ini. Tak mau disebut mengekang, jadi tulisan inilah yang menjadi bahan pelampiasanku saat ini.

Hiks😔, tengah malam baper banget jadinya kan😭. Ah sudahlah, jika memang dengannya silahkan saja. Toh aku hanya tinggal menata hati lagi dari awal. Aku sudah mulai lelah bertahan dan berjuang untuk apa yang tak pernah diceritakan hingga menimbulkan asumsi yang bukan-bukan meski tak ingin seperti ini. Aku tak ingin berjuang lagi dan tak ingin berusaha lebih lagi! Jahat sedang menguasai pikiranku saat ini😔.

Ah, selamat tinggal rasa yang mulai terkikis. Akankah kau bertahan atau tidak itu tergantung sampai mana kau mampu menanggulanginya dengan sebaik mungkin😥

Kamis, 16 Juni 2016

My chocolate boy

Enam tahun sudah waktu berlalu bersamamu. Hitam putihnya telah ku ketahui meski tak semua hitam yang terlihat dan tak semua putih yang kau tonjolkan. Dan begitu juga adanya dengan diriku yang ku persembahkan padamu. Namun juga tak semua hitam ku pamerkan dan tak semua putih ku pancarkan. Setidaknya yang tampak telah kutampakkan dan yang terlihat telah ku perlihatkan.

Jika memang semua ini berjodoh antara hitamku dan putihmu begitu juga dengan putihku dan hitammu maka aku akan begitu menduniakan bahagiaku atas takdir itu. Kau bilang aku yang akan meninggikanmu dengan bahuku, akan terus ku lakukan meski kadang tak ku perlihatkan secara kasat mata. Kau yang akan mengurus hidupku dari A sampai Z dan jika masih ada alphabet lain maka kau akan tetap mengurus hidupku sampai mana alphabet itu akan beranak pinak.

Tentang bagaimana ke depannya, bolehlah kita saling berangan dan berimajinasi, namun kau akan berdoa tentang segala hal yang telah kita angankan dan tentang segala hal yang telah kita imajinasikan. Dan aku juga akan berdoa agar doamu terkabulkan untuk masa depan. Benar bukan?

Kaulah segala asa setelah keluarga dan sahabatku karena tak bisa dipungkiri 'jika' kita nanti tak berjodoh maka kemungkinan kita tak akan seakrab sekarang, tak senyaman ini, dan tak seterbuka ini. Sedangkan keluarga dan sahabat InsyaAllah tak akn menemukan titik akhir dari rasa. Makanya aku memprioritaskan dirimu pada rasa ketiga dalam hidupku.

Kepada chocolate lovers, aku hanya tau apa yang ku ketahui tentangmu baik yang kamu beritahu ataupun aku yang mengetahuinya sendiri dari siklus enam tahun ini. Jadi aku akan berusaha selalu untuk mengetahui apapun tentangmu meaki tak sebaik ibumu mengetahui dirimu tapi aku akan selalu berusaha agar nanti aku bisa membuatmu merasa dipuncak bahagia dalam kehidupan sederhana kita. Dan terimakasih juga telah mengenal luar dan dalamku bertindak dan berpikir. Semoga kamu selalu berdoa setiap waktunya kepada Rabbi. Dan doakan aku juga agar aku selalu berdoa tiap waktu dan memohon agar doamu terkabulkan.

Tak perlu ku katakan sayang karena lebih dari itu kamu sudah mengetahuinya. Tak usah ku katakan cinta karena sebelum ku katakan kau juga sudah lebih dulu merasakannya. Tetaplah sikapmu seperti chocolate yang kamu sukai begitupun aku. Kalau mau berubahpun tidak apa, asalkan kamu nyaman dan juga menyamankanku😊

Your Candy Girl❤

Selasa, 07 Juni 2016

Aku Tak Boleh Seperti Dulu Lagi!

Assalamu'alaikum dear😊
Apa kabarmu? Aku belum mendengar kabarmu hari ini. Maaf jika ku selalu menantikan kabar darimu disetiap harinya. Harusnya aku tak boleh seperti ini lagi setelah semua ini terjadi. Setelah sempat kau pergi aku tak akan membuatnya menjadi runyam lagi. Berbahagialah, berusahalah untuk selalu bahagia meski tanpa aku nantinya!
Maaf, aku tak akan memintamu memberi kabar lagi meski aku terus menunggu. Biar hati ini yang tau dan biar raga ini yang merasakan. Karena sampai saat ini aku masih selalu percaya padamu apapun yang terjadi. Jagalah kepercayaanku selalu. Karena aku tau kau tak sama seperti yang lain. Berbahagialah sayang😊

Senin, 30 Mei 2016

Happy 6th anniversary G!

Sudah 6 tahun berlalu ya? Tapi tidak, ada 6bulan masa perpisahan kita... Maaf, bukannya tak ingin membalas ucapan selamat darimu. Aku hanya tak ingin melihatkan betapa bahagianya aku sudah menjadi bagian di hidupmu! Aku hanya akan menyimpannya sendiri, takut saja jika suatu saat nanti kau akan temukanku dalam kebahagiaan luar biasa atas hadirnya dirimu dalam hidupku membuatmu melakukan apa saja sesukamu! Seperti waktu itu.
Bahagiaku jangan ditanya sayang. Tapi terlebih derai air mataku jangan kau pungut.
Happy anniversary 6th too my guardian. My friend. My bestfriend. My love. My boyfriend.
I'll say 'I really miss you in my reality'😊
I Love You G!
Love

Yours😉

Minggu, 29 Mei 2016

Biarkan seperti ini!

Sebenarnya kamu harus tau ini. Aku selalu melihatmu menyukai foto-foto di sosial media itu. Tidak bermaksud cemburu atau apa, karena itu biasa bagiku. Yang tak biasa bagiku adalah ketika aku menghubungimu kamu tak menghiraukannya! Tapi beberapa menit setelah itu kau malah aktif di media sosial lain. Namun kau tetap acuhkanku. Baik, aku akan terus menyimpan rahasia ini. Memang harus begitu bukan? Karena aku ingin tau sampai mana kau akan seperti ini, sayang. Aku tau kau berusaha untuk lebih baik!
Terimakasih atas usahamu. Biarkan aku memandangmu dari sini. Biarkan seperti ini😊

Jangan kamu!

Aku tau aku harus menahan semua yang ingin ku perbuat. Meski aku tak tahu ini benar atau salah. Meski aku sangat ingin melakukan ini. Tapi aku juga masih menimbang-nimbang tentang bagaimana aku dan kamu jika nanti aku katakan apa yang aku mau!
Entahlah. Aku hanya tak ingin lagi kehilanganmu! Aku sangat tidak ingin hal-hal yang membuatku gagu beberapa bulan lalu kan terulang kembali. Aku menahan agar aku tak selalu menanyakan keberadaanmu. Aku menahan agar aku harus bisa hanya berkata pada hatiku tanpa ku sampaikan padamu. Tentang kekhawatiranku mengenai keadaan yang bimbang ini, biar aku yang tau biar aku yang jemu biar aku yang rancu. Jangan kamu!
Karna aku lebih mencintaimu! Gezag😊

Senin, 23 Mei 2016

Kau kembali sayang!

Begitu kau mendengar aku punya kekasih baru, sifat egoismu langsung memuncak. Aku harus memutuskan pacar baru ku tuntutmu. Aku hanya boleh milikmu, seorang. Takkan pernah ada yang lain. Aku bilang tidak kau selalu bilang iya. Kemana kau sembunyikan egoismu ini selama aku menanti? Begitu rapih kau menutupinya sayang sementara aku terbuai dalam penantian. Kau memintaku untuk kembali ke sisimu tapi tetap jua ku katakan tidak seolah aku memang punya yang lain. Aku katakan berbagai kicauan agar kau terus meminta.
Sementara kita berargumen tak ada habisnya. Ku ingatkan kau tentang hubungan yang sempat kau jalani tiga hari. Kau kira aku tak cemburu sayang? Cobalah mengerti tentang perasaanku juga. Kau memintaku untuk kembali untuk kesekian kalinya hingga kau hampir menyerah. Tak ingin melihatmu berubah, akupun menyetujui permintaanmu! Kau kembali sayang!
~24Mei2016

Sabtu, 21 Mei 2016

Ku Coba Bertahan

Ku coba bertahan saat kau pergi
Meski lara hati menangis melepasmu
Andaikan kau tau
Betapa aku masih mencintamu

Tlah ku coba bertahan. Benar-benar tlah ku coba dengan baik. Aku rasa aku tlah menang atas egoisnya hati tapi malah sebaliknya yang terjadi. Aku merindukanmu, bahkan untuk mendengar suaramu aku harus berusaha keras. Andai kau tau bagaimana rasa hatiku saat mendengar suaramu. Andai kau tau bagaimana aliran air mataku saat mendengar suaramu. Andai kau tau betapa kelunya lidahku saat menanyakan kabarmu dan menjawab pertanyaanmu. Andai kau berada disini melihat bagaimana rapuhnya aku. Aku tlah berusaha sekeras mungkin, bahkan aku menangis memohon pada-Nya agar ini semua bisa ku tahan dan ku simpan. Hanya kau yang selalu membuatku menangis dalam sujudku.
Saat kau pergi, aku akan menganggapnya kau akan pergi untuk sementara waktu, sma halnya dengan bagaimana sahabatku menganggapnya. Kau tau apa yang membuatku tak bisa menahan semua rasa ini? Aku lihat postinganmu, aku cemburu dan aku sakit. Aku takut kau kembali pada yang dulu sebelum kita kenal, walaupun aku sangat percaya kau tak akan melakukannya. Tapi tetap saja aku sangat mengkhawatirkanmu. Tapi sebenarnya kau tak akan pernah tau tentang rasa yang ku alami ini, kau takkan tau betapa aku mengkhawatirkanmu.
Jika memang seperti ini akhirnya, ku coba bertahan lagi saat kau pergi. Meski lara hati menangis melepasmu. Tapi aku hanya minta satu hal, mohon jangan buat aku khawatir. Tak apa jika kau ingin membuat aku cemburu, tapi jangan buat aku khawatir karena aku tak bisa menahannya. Jika kau mempunyai kekasih baru aku akan menahannya. Jangan hukum aku dengan kekhawatiran ini, hukumlah aku dengan kecemburuan karena jika itu terjadi aku akan mengetahui bahwa kau akan baik-baik saja, bahkan lebih baik. Ku hanya menginginkan itu darimu, sebagai orang yang pernah singggah sebentar di hidupmu.

Apa Kabar?

Hi. Aku ingin menyapamu dalam pikiranku, aku ingin kau mendengarnya dalam mimpimu. Kau begitu jauh, sangat sulit untuk ku jangkau. Berteriakpun belum tentu kau dapat mendengarnya satu hurufpun. Kau jauh di relung hatiku hingga tak bisa ku gali lagi, tak bisa ku keluarkan lagi. Posisimu terlalu dalam, terlalu menjorok, terlalu tersembunyi, terlalu halus untuk ku lihat secara kasat mata. Kau tersimpan dihatiku, di lubuk terdalam pada sebongkah darah beku ini. Bagaimana kabarmu saat ini?. Di duniamu yang begitu berharga, ada harapan tersembunyi yang ku harap dalam nyatamu. Bukan untuk kau tinggalkan, bukan untuk kau abaikan, bukan untuk kau pandang, dan juga bukan untuk kau simpan tapi baiknya kau lakukan. Berbaiklah pada dirimu sendiri, jangan buat ragamu mengeluh akan kebiasaan yang tak baik untuk pertumbuhannya. Jangan buat jiwamu kesepian dari hidup yang masih memberinya kesempatan untuk bertahan sampai saat ini. Tolong jaga jiwa dan ragamu dari segala macam bahaya yang diam-diam mengintai. Selama kau baik-baik saja, akupun juga akan begitu. Selama kau labih baik tanpaku, maka tanpamu aku juga akan baik-baik saja. Bukan tentang perasaan tak memiliki tapi tentang bagaimana kehidupanmu yang lebih baik. Tentang perasaan, cukup kita dan Sang Pencipta yang tau bagaimana angan dan cita yang sempat terucap. Apakah kau baik-baik saja? Tetaplah hidup sehat, tetaplah hidup dengan teratur. Aku juga sudah memulai hidup yang lebih baik menuju jalan yang lebih lurus. Aku sudah menempuh jalan yang kau sukai, yang ku sukai, yang orang tuaku sukai, yang Tuhan berikan. Akupun berharap begitu padamu. Terimakasih karena pernah memberi kabar meski saat itu kabar yang tidak baik, aku tetap saja bahagia karena aku masih menjadi tempatmu bercerita. Semoga kau baik-baik saja dan lebih baik lagi.

Selasa, 30 April 2013

Satu dan Dua


Satu dan Dua
            Tabiatku dalam bercerita. Aku bukanlah satu diantara dua yang ada, bahkan seperempatnya tidak apalagi setengahnya dan apalagi tiga perempatnya. Aku tak suka karena apa adanya yang ku rasa. Bukan aku namanya jika harus menyatakan nyaman jika aku tidak merasa  nyaman. Anda mengerti apa yang ku kata saat ini ataupun kemudian hari hingga esok menjelang sore.
Tak ingin ku berkelit atas satu dan dua macam prahara dan perkara dunia. Akan ku tunjukkan apa yang tak suka dan apa yang suka dalam prahara. Jika harus aku yang melaju riang maka akan ku semaikan benih yang ku rasa sayangi dikemudian detik yang akan ku petik. Namun jika aku yang tak diizinkan menuai benih prahara maka tak akan ku lakukan hingga menit berakhir sempurna di pelupuk mata mengatup. Bertemakan aku dan pilihan yang akan menemani langkah kesuksesan pelipur lara disetiap sudut dunia, ku alunkan secarik kertas yang menuaikan kisah cita yang akan ku gapai dikemudian pada waktunya.
Tuhan, jika aku memang harus mengalah pada dunia maka tak akan pernah ku lakukan ya Allah. Izinkan aku memperjuangkan hidupku di dunia ini untuk mencapai akhirat yang sempurna. Ya Rabb, aku mohon atas segala kerendahan hati pada-Mu ajarkan ku arti keikhlasan yang selalu menemaniku dalam dunia apapun ya Rabb. Ajarkan aku melapangkan hati untuk segala ramah tak tamah lingkungan yang ku dekap di genggaman. Lindungi aku dalam pijar sinaran-Mu yang mampu menghangatkan perasaanku yang teruntuk pada-Mu ya Rabb. Lindungi aku dari segala upaya macam bencana yang Engkau ciptakan untuk mengembalikan ingatan setiap insan agar selalu mengingat-Mu dalam kesendirianku saat ini hingga sinar rembulan habis dan mentari indah-Mu memancarkan sinar semua binaran.
Akulah makhluk-Mu yang ingin bercerita dalam bahasa yang semua insan belum tentu mengerti dan Engkau pastikan mengerti arti kata dan sebuah makna yang ku sampaikan lewat Negara Cerita, Provinsi Bait, Kota Paragraf, Kabupaten Baris, Kecamatan Kalimat, Nagari Kata, Desa Huruf, dan keluarga tanda baca. Dan segala asa dan kuasa ku kadukan pada-Mu terhitung 7 Februari 2013.




            Insan yang hanyut dalam akar belukar hutan rimba Sumatera, bimbang memilih yang mana teman yang mana lawan. Tak ku anggap jika ia lawan. Kenapa? Karena aku tak ingin mempunyai lawan hingga ku lepas dari akar belukar. Namun katika ku ucapkan aku tak ingin mempunyai lawan hingga ku lepas dari akar belukar, tak berarti setelah aku lepas dari akar belukar itu aku ingin mempunyai lawan. Pasti tidak.
            Prestasi. Tak harus mencari lawan. Yang perlu hanya berusaha semampumu hingga semangat mu menjulang ke langit biru yang dihiasi awan putih nan mempesona setiap insan yang ada dibawah naungannya.

Rabu, 24 April 2013

Cerita 3 Hari


CERITA 3 HARI

                                                                        By : Rachma Potter

Siang ini, tepat pukul 14:08:40 di kelas XII IPA 1 ku mulai mencoret-coret selembar kertas bagian tengah buku kosong. Saat ini ku sedang menghadapi ulangan harian yang diberikan oleh Miss. Dian . disela-sela waktu, ku curi menyelip lorongnya.
Dan ku berpindah hingga kaki berhenti disebuah surge nan indah , Asrama Putri 2, kamar 3B. hingga ku temukan beberapa benda yang taka sing untuk dipandang bola mata hitam putih. Tertahan benak tuk berkarya menjelang sore.
Kesibukan tak menentu terhenti, melanjutkan belajar Biologi tentang Substansi  Genetika bersama kak Tua panggilannya. Lama termakan waktu, berlalu ku menuju surge.
Benak yang sempat tertahan tuk berkaryakembali melaju menyusuri lorong sel. Terserobot pelita hati yang menyongsong pikiranku akan dirinya. Ku kirimkan pesan melalui sebuah Hand Phone Nokia 2630 ber-SIM Card XL yang jumlah pulsanya hanya Rp. 145.
Ku hentikan tangan tuk menggenggam pensil, 21:32 detiknya tak bisa ku tentukan. Melanjutkan aktifitasku tuk melintasi tali kuis Biologi. Ku siapkan mata dan hati, ku lepaskan secercah pikiran. Namun para kutukan Rabbi bergelayut dipelupuk mataku. Trap,  mataku istirahat.
Subuhnya aku bangun tak seperti biasa, pikiranku mati suri. Vivi menggubrak pikiranku hingga bola mata terbelalak seolah bangun dari mati suri.
Paginya kaki melangkah menuju jembatan ilmu. Lagi-lagi ku mencuri waktu namun bukan milik Miss.Dian. kali ini ku curi waktu Bu’ Nel saat memerangi latihan Kimia dibuku Erlangga halaman 58 dan 59.
Alat penggerak melaju kencang membawa pensil dan pikiranku. Terhenti sesaat dalam lamunan pagi menjelang siang. Ku torehkan tulisan-tulisan indah, tak tau apa itu. Pikiranku, yang penting aku menulis dan berkarya.
Pikiran kanan kiri berkelahi, mungkinkah tulisan ini akan dihargai?. Tiada guna otakku mencincang semua pertanyaan itu. “ Logam melepas electron sehingga mudah mengalami oksidasi dan semakin sukar tereduksi maka E◦-nya sangat kecil “. Kata-kata itu merenggut perhatian otakku.
Jeda yang lama menyentakkan ku untuk kembali mencoret kertas ini, Biologi tampa ketinggalan, akhirnya ku curi lagi celah kosongnya, Terpampang sudah “ Seuntai DNA, yang terdiri dari 4 nukleotida, yang mana 1 nukleotida terdiri dari 1 fosfat 1 gula pentose dan 1 basa nitrogen “.
Tak berselang waktu, kembali ku hadir disini. Hentakan kejam sang perut meronta-ronta, berlandaskan gorengan dan nasi membuatnya plong. Aku ingin istirahat.
Ketangkisanku dalam berolah raga musnah, kini aku bernjak dewasa. Organku terlelap dikasur peraduan. Gelisah menyertai.
Maghrib-Mu tak sengaja ku abaikan. Teringat benak akan sebuah nama yang tertata rapi Gezag Gani Gusman. Dia kekasih hatiku. Harusnya saat ini waktu untuk Fisika tapi aku curi waktunya. Ku torehkan tulisan-tulisan acak. Dan insyaf seketika, ku ucapkan selamat tinggal kertas.
Kertas ini memanggilku, ku istirahatkan fisika sejenak entah hingga pagi. Soal Difraksi selesai ku hantam, bukan berarti semua ku terjang. Really really love you, never-never leave you. Belakku melayang mengingat sang pujaan hati yang terlelap dimalam penuh bintang ku hadirkan tuk temani tidurnya.
Vivi, Riri, Sylvi, Hany, Vixy, dan Riska dalam peraduan saat ini. Tak adil berontak organ, segera ku jelaskan, dan dimengerti. Cepat ku beranjak ke peraduan. Bismika Allahumma ahya wabismika amuut.
Lama tangan tak menyapa. Ku layangkan beberapa kata untuknya. Lagi, lagi, dan lagiku curi waktu Miss. Dian tuk kedua kalinya. Keadaan member rasa bosan, kutuka Rabbi menggoda dengan kepakan centil di pelupuk mata. Vidi dan Vici ku dapat, I’m the winner.
Mata terbelalak, jantung berdegup keras, bungan cinta berhamburan, bibir tersenyum, dank u lihat pujaan hati beberapa menit lalu. Detik itu terpahat. Aku bosan belajar karena tidak terfokus pada 1 materi. Ku pintakan Bosan-bosan pergilah, jangan datang-datang lagi.
Jeda detik harapkan hadirnya, kecewa akan keterlambatan, dia telah berlalu. Ku terbang menembus cakrawala Singkarak, hingga ku naiki sebuah mobil menuju tempat kelahiran diri.
Tak mudah menjaga hati dan mulut. Masih lapang coy!!. Dadaku memanas, ingin ku katakana Kalo anak kampong gak usah sok ke kota-kotaan gitu ya!. Hap! Pikiranku disadarkan malaikat utusan Rabbi. Kata suci nan mulia terucap Astaghfirullaahal’azhiim ku pintakan pada-Nya. Fokuskan tangan yang menggenggam pensil mekanik tuk meneruskan cerita 3 hari.
Serba ungu ciptan-Nya mengejutkanku betapa bertambah modernnya dunia. Semua bersanggul bak Ibu Kartini padahal semua dibenci para pujangga dunia yang berhati mulia. Bunyi mobil mendera menyuruhku berhenti sejenak.
Sadarku menerobos kelam, lalu ku dapat ketenangan di surga. Tak beralngsung lama, perihku itu muncul kembali. 1 tahun pacaran Alhamdulillah lancer, dan tak sepadan harapan hubungan suci berubah kelam kelabu. Pertengkaran rajin tak pernah alfa menghampiri, inilah kefuturan hidup.
Ku mulai sadarkan hati, siapa sebenarnya yang ku cari? Aku mencintainya, tapi aku tak tau pikirannya. Aku lelah. Selang waktu bergulir tak berguna, membidikku dengan panah cintanya. Dia pendamai hatiyang kun anti. Aku tenui cinta ku lagi. Gezag Gani Gusman “I Love You “ Together Forever.
Tekadkan hati tuk jadi cinta sejati, diselanya lagi dan lagi kutuksn Rabbi menggoda, ku terlelap dalam pesan cinta. Dering HP buatku tersentak dari lelap beberapa menit.
Gigitan halus yang menjengkelkan tertempel dikaki ku, argh!! Tak henti pikiranku mengingatnya. Seuntai senyum manis merekah di bibir mungilku. Keluh kesah terungkap, kerongkonganku sakit minta ampun. Beribu kata ingin ku dapat, tapi tak jua kunjung datang.
Ku hentikan cerita 3 hari sejenak. Kimia menanti, Fiqh menunggu uluran tanganku. Tapi maaf ku ulur padanya. “Abey mau nungguin cerpen umy siap dulu, baru abbey bubuq ” kata-kata yang buat bangun semangat yang mulai tenggelam. La future Rahma.
Dentang jam menunjuk 22:39:42, posisi uenak sulit didapat, tahtaku di singgasana bak putrid raja. 24 September 2011 tepat hari sabtu, malam minggu 22:43:12 ku tutup buku dank u sudahi cerpen Cerita 3 Hari.

Selasa, 23 April 2013

PARIAMAN


Pariaman

Goresan tinta : rachma potter

Sajak tercipta
Temani hempasan ombak
Lalui irama pasir
Dendangan batu karang
Menggelayut siang itu
Ultraviolet menghujam
Peluh berkecambuk ria
Tergores sebuah cerita
Terukir seutas nama

Berlomba dengan waktu
Ayat-ayat suci dilantunkan
Wajah memerah pada semurat bahagia
Syukurkan pada Sang Khalik
Atas berkat karunia
Hingga akutersungkur disore nan indah


080411 : 12: 51: 39

Senin, 22 April 2013

ANGKA


Angka
Goresan Pena :
Rachma Potter

31-21 menjadi 10 jumlah gamet yang menjadi arsipmu

31 hitungan maksimal berperan tiap bulan
12 angka yang mengganti tahun demi tahun
94 anugerah terindah mendominant angkatan 11-12
Angka demi angka telah terangkai menjadi satu kesatuan
Berharga dan menyimpan ribuan makna hidup
Begitu berguna penemuan sang ahli Al-Khawarizmi
Sungguh indah ciptaan Illahi Rabbi
21 mengukir sejarah baru dalam hidup seorang insan
4 macam rasa yang dirasakan lidah menjadi saksi
94 kembali menggoreskan anugerah terindah itu

Berjalan menyusuri celah angka kebersamaan
Hingga ku temukan angka 2 yang special
Belum menyerah tuk lalui semak berakar kokoh
Berlari, mencari, menggapai yang ku inginkan
Dimana letak angka keabadian zaman
Jangan menyerah demi sebuah keinginan kuat
17 bulan sudah mencari-cari dilorong itu
Tekad kuat dan kemauan keras menjadi senjata utama
Kini ku temukan angka keabadian itu
Angka 4 berada di genggamanku
Kemudian ku rangkai angka bersama dikeabadian
24 bersama selamanya